Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 

 

 

Surat An Naas


Pengantar

Surat An Naas (manusia) termasuk kelompok surat makiah yang diturunkan setelah surat Al Falaq. Meskipun ada diantara ulama yang mengatakan turunnya di Madinah. Disamping itu ada juga yang mengatakan bahwa surat ini diturunkan bersamaan dengan surat Al Falaq. 

Pokok-pokok pembahasan surat An Naas adalah:

  1. Allah sebagai sang Pencipta, Pengatur, Pemelihara, dan Pelindung bagi manusia.
  2. Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatu yang menyangkut urusan dan kepentingan manusia.
  3. Allah-lah sebagai satu-satunya Zat yang patut dan wajib disembah serta ditaati perintah dan larangan-Nya.
  4. Setan adalah musuh manusia yang senantiasa menggoda, dan menyesatkan manusia.
  5. Kejahatan oleh manusia dipengaruhi oleh bisikan setan dan juga bisikan manusia yang telah dipengaruhi oleh setan.

Tafsir singkat

Aku memulai membaca surat ini (dengan) menyebut (nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).

  1. (Katakanlah) wahai Muhammad kepada kaummu dan seluruh umat manusia (aku) hanya (berlindung dan bergantung kepada ) Allah (Rabb) Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Pemelihara semua makhluk, termasuk (manusia).

  2. Dia adalah (Penguasa) yang mutlaq atas seluruh urusan (manusia)

  3. Dialah satu-satunya (sesembahan) yang patut dan wajib bagi (seluruh manusia) karena Dialah Rabb dan Penguasa mutlaq bagi manusia

  4. (Dari kejahatan) golongan setan (yang selalu membisikan) dan mencari kesempatan untuk menggoda (dan yang bersembunyi) dan menjauh ketika manusia berlindung kepada Allah,

  5. (yang membisikkan) kejahatan kemaksiatan dan membisikkan angan-angan kosong (ke dalam dada) hati (manusia) yang kafir dan yang lemah imannya.

  6. (Dari golongan jin dan manusia) yang tunduk pada setan.


Kesimpulan

Dalam surat ini terdapat sejumlah hukum yang bisa diambil, antara lain:

  1. Manusia tidak dapat menghindarkan diri dari godaan setan.

  2. Godaan bisa datang dari setan sebagai musuh manusia dan bisa datang juga dari manusia yang tergoda oleh setan, seperti: wanita penggoda, kawan yang mengajak kepada kejahatan, lingkungan yang rusak akhlaknya, buku-buku orang-orang yang menyebarkan ajaran yang menyesatkan, penguasa yang menyimpang dari nilai-nilai agama.

  3. Godaan harus dilawan dan disingkirkan dari manapun dia datang, dengan cara:
    a. berlindung kepada Allah dari semua jenis godaan.
    b. Memperbanyak dzikir dan membaca ayat-ayat Al Qur'an dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.
    c. Menjauhi tempat-tempat yang berbau maksiat seperti tempat-tempat pelacuran, bar, klab-klab malam.
    d. Menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemaksiatan dan kejahilan, seperti pornografi, peramal, dukun dll)

  4. Wajib mengimani bahwa Allah adalah satu-satunya Pelindung yang dapat melindungi manusia dari semua jenis godaan.

  5. Wajib mengimani bahwa Allah sebagai Penguasa dan berhak mengatur urusan manusia.

Dinukil oleh Ansufri Ibnu Idrus dari: Ustadz Abdurrahman

 

[ Tafsir ] [ Utama ]
 

Copyright Yayasan Hilal Web Division.  Allright Reserved.